Blog

Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Monday, February 16, 2015

Bisa? Mau?

Banyak orang yang bisa, tapi sdikit orang yang mau.
Banyak orang yang bisa ngomong, tapi sdikit orang yang mau ngomong demi kemerdekaan dirinya atau orang lain.
Banyak orang bisa denger, tapi sdikit orang yang mau ngedengerin keluhan orang lain.
Banyak orang yang bisa nolong, tapi sdikit yang mau nolong.
Banyak orang yang bisa melihat, tapi sdikit orang yang mau melihat cerminan dirinya.
Banyak orang yang bisa baca, tapi sdikit orang yang mau membaca perasaan orang lain.
Banyak orang yang bisa tapi sdikit yang mau.

Kita butuh orang yang bisa atau yang mau? Atau dua-duanya?
Mari berbenah, saya tau nggak semua orang menginginkan perubahan.
Saya nulis karena saya sayang kamu.

Sunday, August 10, 2014

Pernah ke Kantor Pos?

http://www.pospay.biz/images/cover/POS2.jpg


Pernah ke Kantor Pos?

Bah, pertanyaan di atas cukup menggelikan. Pertanyaan nggak mutu. Tapi, pantas untuk ditujukan kepada saya-anak SMA era sekarang. Ha ha ha. Seingat saya (ya nggak ingat-ingat banget) pernah ke kantor pos Magelang saat dulu sekali, saya masih belia balita dan sekarang saya sudah 17 tahun. Potret yang saya ingat cuma kantor pos bercat oranye wortel, sedangkan hal lain mengenai sistematika (halah) pengiriman surat atau barang, saya nggak ngerti blas.

Keenggakngertian ini berakhir ketika saya berkenalan sama seseorang bapak, guru teater saya di SMA sekitar dua tahun yang lalu. Bapak guru tersebut adalah Pak Triman Laksana. Beliau aktif menulis sastra Jawa dan Indonesia. Pak Triman memberi tahu cara mengirim naskah puisi jawa (geguritan) ke koran Kedaulatan Rakyat dengan cara:

1.       Bakar (hehe bakar emang terjemahan dari “burning”) data Ms.Word yang berisi geguritan ke dalam CD.
2.       Bungkus pake amplop. (saya kirim pertama kali pake kertas HVS yang sedemikian rupa berbentuk amplop habis liat tutorial di internet)
3.       Kirim ke alamat KR.

Nah, saya iseng tahun lalu coba-coba aja kirim naskah via pos. Untuk pertama kalinya, saya diajarin cara ambil nomor urut sama bapak-bapak petugas pos yang bukain pintu “welcome”. Saya pencet tombol dan muncul deh kertas bernomor sekian. Saya duduk sambil nunggu antrian. Saya nonton kotak berlayar urutan nomor dan bersuara “antrian nomor sekian silakan ke loket sekian” memanggil pengantri. Wah, saya ndeso banget ha ha ha. Ruangannya dingin ber-AC dan bisa nonton tivi hehe. 

Sampailah nomor antrian dipanggil sama mesin kotak itu. Nah, langsung deh transaksi sama mas atau mbak di loket. Saya pernah dinasehatin sama mas-masnya, kalo ngirim CD pake tempatnya dong. 

Kemudian, lain hari...saya dipanggil ke ruang TU sekolah. Ta ra ra..saya dapet wesel pos dari KR alhamdulilah. Selembar kerta, dan saya harus ngapain? Oh saya ke pos lagi buat “mencairkan” uang tersebut. Saya antri lagi deh, tapi saya nggak ngerti saya harus bawa apa aja? Saya lirik pengantri pos lain yang bawa selembar kertas wesel. Ada mbak-mbak berseragam SMA bawa fotokopi kartu pelajar. Waduh? Untung antrian saya masih panjang. Saya langsung keluar ruangan dan alhamdulilah ada fotokopian di kantor pos. Lalu saya kasih kertas wesel tersebut ke mbak posnya plus fotokopian kartu pelajarnya, saya tanda tangan tanda terima dan dapet uang buat ngangkot hehe..

Nah, jadilah kini saya ngerti gimana cara ngirim dan mencairkan wesel di kantor pos. Ya lebih cepet e-mail lah ya jaman sekarang, tapi ternyata banyak persyaratan kayak ngirim lamaran, naskah lomba, dan sebagainya yang masih minta buat kirim dokumen via pos lho..(lirik-lirik pengantri soalnya hahaha).

Salam, 8 Agustus sore yang cerah 3.24 PM

Mia.

Saturday, July 26, 2014

26 Juli, Selamat Hari Puisi Indonesia!

aku mengenalmu saat kelas tiga rok merah
sekitar sembilan tahun yang lalu
puisi pertama yang kuhapal

aku mengenalmu lewat buah penamu
Aku, Chairil

"...berlari, berlari, berlari
hingga hilang pedih perih
dan aku lebih tak peduli
aku mau hidup seribu tahun lagi."

aku merapal, menyesapmu, menghirupmu
termangu,
Aku benar-benar melesak pada darahku.
mungkin benar, ku mau tak seorang kan merayu.

selamat hari puisi!

26 Juli, 2014.

Catatan:
26 Juli didepak jadi hari puisi nasional dan dirayakan tepat hari kelahiran Binatang Jalang, Chairil Anwar.
Ya, aku tak bisa melupakanmu, Chairil. Anakmu, Aku, kali pertama tanda yang mengajakku untuk masuk ke duniamu, puisi. Aku tak henti bertanya kala itu. Pertanyaanku mengalir dari rok merahku kelas tiga SD,
"Apa itu binatang jalang, Bu?"
"Kenapa mesti meradang, menerjang, Bu?"
"Apa Mia bisa hidup seribu tahun lagi?"
"Merayu itu apa, Bu?"
Waktu yang mengajarkanku kejalangan dan menjawab segala yang kutanyakan. Hmm..

aku

kalau sampai waktuku
'ku mau tak seorang, 'kan merayu
tidak juga kau

tak perlu sedu sedan itu

aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang

biar peluru menembus kulitku
aku tetap meradang menerjang

luka dan bisa kubawa berlari
berlari
hingga hilang pedih peri

dan aku akan lebih tidak perduli
aku mau hidup seribu tahun lagi.

mari berlari.

Nurings.


Thursday, July 24, 2014

Kembali

Berita pulang.
Mestikah kita kembangkan seulas senyuman?
Ataukah memeras tangis di ujung Ramadhan?

Wednesday, July 23, 2014

Anak Baik (Puisi untuk Hari Anak Nasional 23 Juli 2014)



Anak Baik

tiap habis subuh,
ayah mengajakku kemari
menimba angin asin
sarapan pasir dan laut

kami berenam bersama bayangan
kami selalu begini
diam mematung mencuri ombak
melarungkan doa

ayah bilang, ibuku ada di sana
bergelung dengan buih-buih samudra
jauh, di ujung sana
hmmm...aku dan adikku juga ingin
bergelung, rindu kami pada pelukan
ibu

ayah bilang, meski ibu jauh,
kami-aku dan adikku-mesti jadi
anak yang baik
berjuang mewujudkan cita-cita
untuk tanah yang lebih baik

ya, kami berjanji.


Pangandaran, September, ‎2013,
‏‎6:48:31 AM

Selamat hari anak nasional 2014!
=)
Semoga apa yang kita cita-citakan bisa tercapai,
untuk Indonesia emas. Aamiin

Tuesday, July 1, 2014

Fragile: Voice From Newbie to Senior Electer



2014’s gift is general election. Yep, 17 tahun ini berkesempatan untuk ikutan pemilu. Dua kandidat yang menurut saya we ow we alias wow.
The reason why I’m writing this opinion is my sorrowness to see it. Why? Two candidates gave problems: two fortifications, one and two. Every candidate is carried by many parties. Then one of bad news I heard lately is some party also broke, some support number one (PS and HR) and another support two (JW-JK). Complicated kan?

Monday, June 30, 2014

Foto Bareng Anak-Anak Papua: One Step Closer




Ngeliat anak Papua, rasanya seneng banget. Punya mimpi suatu saat bisa ke sana dan syukur kalo bisa ngajar di sana (big dream to go). Alhamdulilah, kemarin bulan Mei dapet takdir buat ketemu sama anak Papua. Asli, Papua. Ketemu di rumah makan Tamansari, Solo.
Kok bisa? Kan Mia di Magelang?
Alhamdulilah...Mia dapet tugas buat ikutan Jejak Tradisi Nilai Budaya di Madura dari BPNB (Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta).

Carpe Diem!

Bagaimana kabar Gladioolers hari ini? Hari ini adalah proses kita menuju kesuksesan. Memupuk keberhasilan agar tumbuh dan berkembang benih mimpi yang telah tertanam dalam angan.
Kesuksesan yang gemilang sedang tegak di seberang kita, menunggu kita kapan berhasil menjemputnya. Yuk lihat diri kita hari ini, usaha apa saja yang sudah kita perjuangkan untuk mimpi kita? 

Buku Membaca Magelang Jilid 2




 Hello! Alhamdulilah, Sahabat, saya berkesempatan untuk berkontribusi dalam buku Membaca Magelang Jilid Dua. Apaan sih Magelang Magelang kok dibaca ==’’?

Well, proyek buku Membaca Magelang awalnya didirikan untuk mempromosikan Kota Magelang. Proyek ini diprakarsai oleh orang-orang keren! Kalo nggak salah, om Danu Sang Bintang, mas Ginanjar Teguh Iman, tante Lusia Dayu, kak Inda N Handayani, mas John Andika Manggala, dll...

Sunday, June 8, 2014

Batik Madura-Proppo



Uraian ini saya buat saat even Jejak Tradisi Budaya. Saya kelompok ekonomi, jadi kali ini saya memaparkan tentang batik Proppo di bidang ekonomi. Metode yang saya lakukan adalah pengamatan dan wawancara. Semoga bermanfat :)


Nilai Jual Batik Proppo
            Batik Proppo merupakan batik khas Madura. Salah satu sentra industri batik  Proppo berlokasi di Desa Klapret.

Conto Geguritan Basa Jawa


Bapak St.Soekiman, panganggit geguritan wayang :)
Mugi saged dados conto-contoh geguritan ugi pasinaon kita sedaya, sumangga..rahayu :)

Geguritan Djaka Lodhang


Sabtu, 25 Agustus 2012
Kanca

Ana kala nelangsa
Ana kala suka cita
Ana kala memala

Cerpen-Mencari Napas

...terus berlari, berjuang...(foto saat meliput karnaval Kota Magelang untuk SIBEMA-Redaksi Berita SMANSA)-ilustrasi ini nggak nyambung sama cerpen, tapi valuenya tu lari-lari..
Happy reading, and remember: life is going on.

Mencari Napas

Life is going on. Jangan berhenti, karena waktu sedang berlari.
“Ren, kamu kenapa sih?” Dimas mencegat langkah Rena.
“Aku baik-baik aja, kok.” Rena mendesah.
***

Buku Harian, Curhat Dong

Ada situs buku harian lhoh! Klik di sini http://www.my-diary.org/

Teman-teman pasti nggak asing dengan kata “curhat” atau curahan hati. Teman-teman sering melontarkannya kepada siapa atau apa? Banyak  remaja yang curhat ke sahabat, orang tua, bahkan ada juga yang menulis curhat di jejaring sosial, Facebook dan Twitter misalnya.

Saturday, May 24, 2014

Puisi Jembatan Sutardji C Bahri dan Analisisnya



JEMBATAN
Sutardji Calzoum Bachri

Sedalam-dalam sajak takkan mampu menampung
airmata bangsa. Kata-kata telah lama terperangkap
dalam basa-basi dalam ewuh pekewuh dalam
isyarat dan kilah tanpa makna

Thursday, May 15, 2014

Jarak-Distance between Us


Jarak

aku merasakanmu melalui aksara
menata kata
menjaring rima
menemukan makna

aku menyelami bahasa
mengucapkan nada tanpa suara
bercakap tanpa bersua

angin terbang menuju ruang yang panjang
demikian jarak meleraikan kita
bolehkah kutanya,
apa kau bahagia?

...distance between us.

Madura Kaya, Madura Berbudaya



MADURA KAYA
MADURA BERBUDAYA


Disusun Oleh :
KELOMPOK EKONOMI JEJAK TRADISI BUDAYA REGIONAL 2014
Muhammad Shodiq Wahyudi, Febri Irmawan, Debra Zuan Muzaqi Hamid, Dinar Fortuna, Rizka Alviani, Alfian Bagas, Oriza Sativa, Tantri Wardani, Krissanti Putrika, Nur Fahmia, Yosephine Vitaningtyas, Victor Nugroho, Muhamad Rifki Maulida.

Geguritan, Pencerahan Jiwa Melalui Sastra




Geguritan, Pencerahan Jiwa Melalui Sastra
Nur Fahmia
Pendahuluan
Ragam keindahan sastra berkembang di dunia. Sastra dunia dilestarikan sebagai produk budaya dan Indonesia termasuk di dalamnya. Indonesia memiliki aneka macam sastra daerah, salah satunya ialah sastra Jawa.

Perbedaan Novel dan Hikayat (Novel VS Hikayat)




Biografi WS Rendra dan Analisisnya



Willybrordus Surendra Bhawana Rendra Brotoatmojo. Lahir di Kampung Jayengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis Kliwon, 7 November 1935, pukul 17.05 WIB.
Willy, begitu Rendra akrab disapa, ayahnya bernama Raden Cyprianus Sugeng Brotoatmojo, seorang guru bahasa Indonesai dan Jawa Kuno. Leluhur ayahnya dahulu para Tumenggung jago perang dan guru-guru bela diri. Rendra beribukan Raden Ajeng Ismadillah, anak seorang wedana keraton yang mengurus minuman dan kalender.

Monday, May 20, 2013

Magelang Book Fair 2013: Paseduluran Lintas Komunitas

Stand Magelang Book Corner, sekarang ganti nama jadi Membaca Magelang :)
Minggu, 19 Mei 2013, PERDU menghadiri Magelang Book Fair di gedung Tri Bhakti Kota Magelang. Siang itu, bertepatan dengan launching buku Membaca Magelang yang diterbitkan oleh Magelang Book Corner. Buku tersebut adalah kesaksian 44 orang tentang Magelang.